Ragam produk keran air yang tersedia di pasaran memudahkan Anda menemukan yang terbaik, entah dari segi merek maupun bahan. Akan tetapi, tingginya frekuensi pemakaian tanpa diimbangi pemeliharaan berkala berpotensi merusak keran tersebut. Mengabaikan perawatan pun akan mengurangi kualitas air akibat kontaminasi yang membahayakan kesehatan.
Untuk itu, Anda yang perlu memperhatikan cara merawat keran air. Langkah-langkahnya mudah diterapkan dan tak mahal, seperti yang dijelaskan berikut ini :
1. Pakai cuka untuk angkat kerak
Karbonat, magnesium, serta sulfit merupakan jenis mineral yang sering dijumpai dalam air. Kandungan tersebut yang juga menghasilkan kerak serta deposit kapur yang menempel pada keran. Dalam hal ini, Anda dapat memanfaatkan cuka putih yang dicampurkan dengan air bersih. Lalu aplikasikan sampai kerak terlepas.
2. Rutin bersihkan residu pada keran
Mineral bukan satu-satunya residu yang kerap menempel pada keran air. Bekas sabun, sisa makanan, serta kandungan lain yang mengotorinya dapat membuat coating pelindung terkelupas hingga akhirnya rusak. Maka dari itu, Anda disarankan membersihkan residu tadi setelah mencuci sebelum menumpuk dan mengeras.
3. Rendam keran untuk lepas kotoran
Apa yang harus dilakukan saat keran hanya mengalirkan sedikit air atau bahkan mampet total? Langkah-langkah yang dapat Anda terapkan adalah melepas keran, lalu merendamnya dalam air campuran cuka. Tinggalkan selama semalam sampai semua kotorannya terlepas dan larut. Keesokan paginya tinggal bilas memakai air bersih untuk kemudian dipasang lagi.
4. Bersihkan aerator pada mulut keran
Salah satu bagian keran yang kadang dilupakan adalah aerator yang posisinya berada di ujung moncong atau mulut. Bagian ini memiliki fungsi untuk menekan percikan air serta energi pemakaian. Sama seperti langkah-langkah sebelumnya, Anda tinggal rendam aerator dalam cuka putih, lalu gunakan sikat untuk melepas kotoran atau residu yang menempel.
5. Hindari pemakaian spons berkawat
Spons berkawat tak dipungkiri mengoptimalkan pembersihan, sebab mampu melepas macam-macam kotoran dalam waktu singkat. Namun, perlengkapan ini kurang disarankan saat Anda akan mencuci keran, karena bagian kawatnya dapat merobek lapisan pelindung. Selain itu, bahannya berpotensi meningkatkan korosi kalau karat telanjur rusak.
6. Jangan coba pakai bahan kimia keras
Sementara untuk produk pembersih, kandungan bahan kimia yang sifatnya keras seperti alkohol kurang direkomendasikan, bahkan tak dianjurkan sama sekali untuk pemeliharaan keran. Memakai bahan ini memang akan membuat keran lebih cepat bersih. Akan tetapi, dalam jangka waktu panjang, permukaannya bakal mengikis sampai akhirnya berkarat.
Menilai dari penjelasan di atas, pemeliharaan terhadap produk keran air tampak tak sulit untuk diterapkan di rumah. Saat dijadwalkan secara rutin, kebiasaan ini pun bakal menekan pengeluaran mendadak untuk penggantian keran yang rusak.