Budidaya Ikan Lebih Baik Pakai Kolam Keramik atau Beton?

Budidaya Ikan Lebih Baik Pakai Kolam Keramik atau Beton?

Dalam memulai budidaya ikan, Anda tentu membutuhkan kolam yang benar-benar sesuai kebutuhan. Banyak pembudidaya mempertimbangkan Kolam Keramik karena tampilannya rapi dan mudah dibersihkan cepat.

Di sisi lain, kolam beton menawarkan kekuatan tinggi sehingga lebih tahan penggunaan jangka panjang. Dengan memahami karakter masing-masing kolam, Anda bisa menentukan pilihan terbaik untuk keberhasilan budidaya.

Perbedaan Kolam Keramik dan Beton untuk Budidaya Ikan

Memahami perbedaan antara kolam beton dan kolam berlapis keramik akan membantu Anda menentukan pilihan terbaik. Keduanya memiliki karakter berbeda yang memengaruhi kenyamanan pemeliharaan hingga hasil budidaya ikan.

1. Kemudahan Pemasangan

Kolam beton lebih mudah dibuat karena prosesnya hanya membutuhkan struktur dasar yang kokoh. Anda dapat menyesuaikan bentuk dan ukurannya sesuai kondisi lahan yang tersedia. 

Pembuatan kolam beton cenderung lebih cepat karena tidak memerlukan pemasangan ubin tambahan. Sementara itu, kolam berlapis keramik membutuhkan proses pemasangan ubin yang lebih detail. 

Tahapan instalasinya melibatkan perekat, nat, dan tenaga ahli agar hasilnya rapi. Proses ini biasanya memakan waktu lebih lama karena pemasangan harus presisi.

2. Kebutuhan Perawatan

Kolam beton memerlukan pembersihan lebih rutin karena permukaannya berpori dan mudah ditumbuhi lumut. Anda mungkin perlu menyikat bagian dinding lebih sering agar kebersihan tetap terjaga. 

Sebaliknya, kolam keramik menawarkan permukaan yang halus sehingga kotoran tidak mudah menempel. Pembersihan menjadi lebih cepat karena lumut sulit bertahan di permukaan ubin. 

Perawatan hariannya lebih ringan sehingga menghemat waktu Anda. Hasilnya, kolam tampak lebih rapi dan higienis dalam jangka panjang.

3. Kontrol Kualitas Air

Budidaya Ikan Lebih Baik Pakai Kolam Keramik atau Beton?

Sumber : Unsplash 

Kolam beton yang masih baru kadang menyebabkan pH air meningkat akibat sisa material semen. Karena itu, proses curing wajib dilakukan agar kondisi air tidak membahayakan ikan.

Setelah tahap penetralan selesai, kolam beton biasanya mampu menjaga kualitas air dengan stabil. Pada kolam yang menggunakan lapisan ubin, permukaan keramik membantu menjaga konsistensi air lebih terkontrol.

Keramik juga relatif inert sehingga tidak bereaksi dengan zat kimia yang terdapat di dalam air. Sifat tersebut menjadikan kolam berubin lebih ramah untuk ikan yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Kestabilan air pun cenderung lebih mudah dicapai pada permukaan yang kedap seperti keramik. Dengan demikian, kedua jenis kolam tetap dapat memberikan kualitas air baik asalkan dipersiapkan dengan benar.

4. Manajemen Panen

Kolam beton membuat proses panen lebih mudah karena ikan dapat diarahkan ke satu titik. Struktur lantainya yang kukuh memungkinkan pengurasan dilakukan tanpa khawatir merusak bangunan kolam.

Ruang dalam kolam juga dapat dimanfaatkan secara fleksibel sesuai teknik panen yang Anda gunakan. Pada kolam berubin, permukaan keramik yang halus membantu ikan bergerak lebih lancar saat digiring.

Gesekan yang lebih lembut mengurangi risiko luka pada tubuh ikan selama proses pemindahan. Aliran air dapat dikeluarkan secara cepat karena permukaannya tidak mudah menghambat sirkulasi.

Kecepatan pengurasan ini membantu proses panen berjalan lebih efisien dan terkontrol. Hasilnya, kedua jenis kolam tetap mendukung panen optimal selama dikelola dengan cara yang tepat.

5. Risiko Kebocoran

Kolam beton yang dibuat dengan teknik tepat biasanya memiliki risiko kebocoran rendah. Namun, retakan bisa muncul bila kualitas konstruksi kurang baik. 

Anda harus memastikan struktur beton benar-benar padat dan tidak berpori besar. Pada keramik untuk kolam, risiko kebocoran terjadi ketika ubin retak atau nat mulai rusak. 

Jika salah satu ubin lepas, air bisa merembes ke struktur di bawahnya. Perbaikan butuh penanganan khusus agar kebocoran tidak berulang.

Lebih Baik Mana Antara Kolam Keramik vs Beton untuk Kolam budidaya Ikan?

Pilihan antara kolam keramik dan kolam beton sebenarnya bergantung pada tujuan budidaya yang Anda jalankan. Kolam beton lebih cocok untuk budidaya komersial karena konstruksinya kuat, tahan lama, dan lebih hemat biaya pembangunan awal. 

Struktur beton juga ideal bagi Anda yang memprioritaskan kapasitas besar serta efisiensi operasional jangka panjang. Di sisi lain, kolam keramik lebih pas digunakan untuk jenis budidaya yang membutuhkan tampilan rapi dan kontrol kualitas air lebih stabil. 

Permukaannya yang halus memudahkan pemeliharaan ikan hias seperti koi atau budidaya skala kecil dengan fokus estetika. Kolam keramik juga menawarkan kemudahan pembersihan, sehingga cocok bagi pemilik yang ingin proses perawatan lebih ringan. 

Sementara beton unggul pada kekuatan dan fleksibilitas desain, keramik memiliki kelebihan pada visual dan kebersihan. Dengan memahami karakter keduanya, Anda bisa memilih kolam yang paling sesuai dengan kebutuhan budidaya Anda.

Mau Kolam Antibocor? Wujudkan Kolam Ideal dengan Lem Keramik dari Sika!

Itu dia pertimbangan antara kolam keramik dan beton yang pas untuk kebutuhan budidaya ikan. Jika Anda memutuskan ingin menggunakan kolam dari keramik, pastikan untuk menggunakan lem perekat terbaik agar tahan lama.

Salah satu rekomendasi perekat keramik untuk area basah dan terendam air adalah Sika. Sika telah menunjukkan keahliannya selama lebih dari satu abad, tercermin dari keterlibatannya pada proyek besar, seperti MRT Indonesia hingga Wahoo Waterworld Bandung. 

Keunggulan teknologi waterproofing berbahan semen membuat Sika dikenal sebagai pelopor utama di Indonesia dalam menjaga kualitas struktur bangunan. 

Untuk kebutuhan kolam ikan, SikaCeram – 200 TA Tilefix sangat direkomendasikan karena mampu memberikan daya rekat kuat untuk keramik besar dan keramik yang terendam air. 

Cara pakainya sederhana bisa diaplikasikan secara tile on tile dan mudah digunakan dengan hanya menambahkan air sesuai takaran yang tepat. Seri SikaCeram ini dirancang untuk menjaga lantai kolam tetap tahan lama, bebas rembes.

Penggunaan lem keramik ini sangat menguntungkan karena tidak menimbulkan masalah yang dapat menghambat proses budidaya ikan. Tertarik untuk beralih ke produk SikaCeram Series?

Kunjungi website resmi Sika sekarang dan temukan solusi pemasangan ubin terbaik sesuai kebutuhan Anda! Yuk, mulai wujudkan kolam budidaya ikan dengan menggunakan material bangunan berkualitas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *