Dukung OJK Blokir Rekening, KPAI: Banyak Anak Menerima Paparan Judi Online

Dukung OJK Blokir Rekening, KPAI: Banyak Anak Menerima Paparan Judi Online

Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggalang langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dimaksud mengajukan permohonan perbankan untuk memblokir account terkait aktivitas kejahatan juga judi online. KPAI meyakini, banyak anak yang dimaksud terpapar judi online baik pada perkotaan maupun pedesaan.

Komisioner KPAI Kawiyan mengatakan, berbagai elemen penduduk sudah ada lama menyuarakan agar pemerintah dan juga lembaga perbankan memblokir rekening-rekening yang digunakan dipakai untuk aktivitas judi online

“Salah satu aspirasi yang mana disampaikan terhadap KPAI berasal dari Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Daerah Demak beberapa waktu lalu. PGSI mengklaim ada ribuan siswa di dalam Demak terpapar judi online,” ujar Kawiyan pada keterangannya yang mana disitir pada Ahad, 17 Desember 2023. 

Kawiyan meyakini keakuratan data yang mana diungkapkan oleh OJK mengenai terjadinya 157 jt operasi judi online, yang melibatkan ibu rumah tangga lalu pelajar dengan nilai proses 100 ribu rupiah ke bawah. Sayangnya, lantaran sifat judi online yang berada dalam ranah digital, instansi terkait seperti Kementerian Kominfo serta OJK bukan mampu secara dengan segera mengidentifikasi individu yang tersebut terlibat pada aktivitas judi online, termasuk anak-anak. 

“Padahal kami yakin, sejumlah anak yang terpapar judi online, bukan cuma di dalam perkotaan tetapi juga di dalam desa-desa,” ucap Kawiyan.

Judi online punya dampak buruk terhadap anak-anak seperti menurunkan konsentrasi dan juga prestasi belajar, menyebabkan anak-anak menjadi halu dengan keinginan mendapatkan uang besar pada waktu singkat, kemudian berpotensi mengupayakan anak terlibat pada langkah kriminal kemudian penyalahgunaan uang sekolah. 

Karena itu, Kawiyan berharap, dunia perbankan dapat memahami dampak-dampak yang disebutkan dengan memblokir semua account yang tersebut terkait dengan judi online. “Perbankan harus mempunyai spirit kuat untuk memberikan proteksi terhadap anak dari aktivitas judi online. Melindungi anak-anak dari praktik judi online berarti menyelamatkan bangsa,” tutur Kawiyan.

Sejak munculnya isu judi online yang meresahkan anak-anak, KPAI intensif melakukan kunjungan ke daerah. Meski, guru kemudian pendidik mengakui perasaan khawatir dia terhadap hambatan ini, mereka menghadapi kesulitan di mendeteksi siapa-siapa yang digunakan terpapar judi online. KPAI menggerakkan pihak terkait untuk bersinergi pada penanganan perkara ini guna melindungi generasi muda dari dampak negatif judi online.

Pilihan Editor: Analis Ini adalah Setuju Anies Atasi Kemacetan DKI Jakarta daripada Pindah ke IKN, Begini Solusinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *